Kamis, 29 November 2012

Larangan Membunuh Ular


Dari Abu Lubabah  bahwasanya Rasulullah  bersabda,
“Janganlah membunuh ular penghuni rumah kecudi ular yang pendek ekornya dan mempunyai dua garis putih yang ada di punggung ular tersebut karena ia dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Bunuh-lah ular itu,” (HR Bukhari [3311]).
Dari Ibnu ‘Umar  bahwa ia biasa membunuh ular-ular, lalu Abu Lubabah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah  melarang membunuh jinnan yakni ular-ular penghuni rumah. Lalu Ibnu Umar menahan diri darinya, (HR Bukhari [3312 dan 3313] dan Muslim [2233]).

Kandungan Bab:
1. Larangan membunuh ‘awamir rumah (yakni ular-ular penghuni rumah), karena boleh jadi ular itu adalah jin-jin muslim.
2. Jika terlihat ular dalam rumah, maka diberitahu selama tiga hari dan menghalaunya dengan mengatakan: “Engkau berada dalam kesulitan!” Bila ular itu tidak pergi atau muncul lagi setelah itu, maka bunuhlah karena ia adalah syaitan yang kafir.
Dari Abu as-Sa’ib, maula Hisyam bin Zahrah bahwa ia menjenguk Abu Sa’id al-Khudri di rumahnya. Aku dapati ia sedang shalat. Maka aku pun duduk menunggunya. Setelah selesai shalat aku mendengar suara di salah satu tiang di atap rumah. Aku melihatnya ternyata seekor ular. Maka aku pun bangkit hendak membunuhnya. Abu Sa’id mengisyaratkan agar aku duduk kembali. Aku pun duduk. Setelah keluar beliau menunjuk sebuah rumah. Beliau bertanya, “Apakah engkau melihat rumah itu?” “Ya!” jawabku. Beliau bercerita, “Dahulu di rumah itu tinggallah seorang pemuda yang baru saja menikah. Maka kami pun berangkat bersama Rasulullah  ke peperangan Khandaq. Pemuda itu meminta izin kepada Rasulullah untuk kembali ke rumah pada tengah hari. Rasulullah  mengizinkannya dan berkata kepadanya, ‘Bawalah senjatamu, aku takut engkau dihadang oleh Yahudi Bani Quraizhah’ Maka pemuda itu pun membawa senjatanya. Kemudian ia kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia dapati isterinya berdiri di depan pintu rumahnya. Maka ia pun menyerbu ke arah isterinya untuk memukulnya dengan tombaknya. Ia telah terbakar rasa cemburu. Si isteri berkata kepadanya, ‘Tahan dulu tombakmu terhadapku! Masuklah ke dalam rumah supaya engkau dapat melihat apa yang menyebabkan aku keluar rumah.’ Maka pemuda itu pun masuk ke dalam rumah ternyata ia dapati ular besar melingkar di atas tempat tidurnya. Maka ia pun menyerangnya dengan menusukkan tombaknya. Kemudian ia keluar dan menancapkan ular itu pada tombaknya lalu ular itu menggeliat dari ujung tombak dan menyerangnya, tidak diketahui siapakah yang lebih dahulu mati apakah ular itu atau pemuda tadi. Kami pun menceritakan peristiwa itu kepada Rasulullah  kami berkata, ‘Mintalah kepada Allah agar Dia menghidupkannya kembali untuk kami.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Mintalah ampunan untuk Sahabat kalian ini.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kota Madinah ini dihuni oleh jin-jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat ular, maka usirlah selama tiga hari. Jika masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena ia adalah syaitan’,” (HR Muslim [2236]).
Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya rumah-rumah ini dihuni oleh ‘awaamir (jin-jin berwujud ular yang biasa menghuni rumah”pent), jika kalian melihatnya, maka usirlah atas nama Allah selama tiga hari. Jika tidak pergi juga, maka bunuh-lali karena ia adalah jin kafir,” (HR Muslim [2236]).
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 2/541-542.

Jumat, 20 Juli 2012

Kerajinan Dari Sisik Ikan

Kewirausahaan (Kerajinan dari sisik Ikan)







gambar di atas adalah gambar berbagai macam bentuk bros dari sisik ikan yang saya buat.

  1.  Latar Belakang
Untuk memenuhi kebutuhan hidup dijaman yang serba modern ini kita harus bisa brpikir yang lebih kreatif dan inovatif tanpa harus bergantung pada orang lain dan bisa menciptakan lapangan pekrjaan sendiri serta beremanfaat bagi orang lain. selain bermanfaat bagi orang lain kita juga bisa mengurangi angka pengangguran di Inndonesia, khususnya di sekitar daerah kita.

Karena daerah tempat tinggal kami di daerah pantura , dan penduduknya sebagian besar bermata pencaharian  atau bekerja sebagai nelayan, maka tidak heran kalau didaerah kami banyak dijumpai industri tempat pengeringan. Dan dari tempat –tempat industri tersebut banyak ksmi temukan limbah sisik ikan yang dibiarkan begitu saja oleh pemilik industri tersebut. Limbah sisik ikan ini lama kelamaan akan menimbulkan masalah  sehingga dapat menggangu lingkungan. Dari sinilah kami berinisiatif untuk mengolah limbah sisik ikan ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual yang disukai dan dimintai oleh masyarakat.

Atas dasar kenyataan tersebut, maka sangat besar peluang usaha kami khususnya di wilayah Rembang dan Tuban. Selain itu dengan adanya usaha ini diharapkan juga dapat  memberikan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam menumbuhkan jiwa wirausaha dengan memanfaatkan sumber daya local. Dalam jangka panjang usaha ini dapat dikembangkan  melalui sistem pemberdayaan masyarakat sekitar dengan model posdaya. 

2.  Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyediakan informasi bagi para investor, tentang peluang usaha di bidang keraajinan tangan dari limbah sisik ikan.

3. Alat dan Bahan yang Digunakan

1.      Sisik ikan                                                         7. Pewarna kertas
2.      Manik-manik                                                   8. Clear
3.      Seperangkat lem tembak                                 9. Pembungkus
4.      Gunting                                                           10. Bak air
5.      Cemiti                                                             11. Sabun cuci
6.      Batu kapur
Sisik ikan yang digunakan disini adalah sisik ikan yang berukuran sedang atau besar, dan dalam hal ini kami menggunakan sisik ikan kakap karena ukurannya yang tidak terlalu kecil sehingga mudah dibentuk.
4.  Cara Pembuatan

Cara pembuatan kerajinan tangan dari sisik ikan ini adalah sangat mudah, yaitu dengan langkah-langkah berikut:
1.      Cuci sisik ikan sampai bersih
2.      Rendam sisik ikan dengan air kapur selama beberapa hari sampai bau amisnya hilang.
3.      Angkat sisik ikan lalu jemur sampai kering
4.      Ambil beberapa sisik ikan lalu basahi dengan air, kemudian taburkan pewarna sesuai dengan warna yang kita ingiankan.
5.      Jemur kembali sisik iakn sampai kering.
6.      Ambil gunting dan gunting sisik ikan dengan pola dan motif sesuai dengan yang kita inginkan.
7.      Tempel sisik ikan yang sudah berpola dengan lem tembak satu per satu.
8.      Letakkan cemiti di tempat yang tepat kemudian tempalkan dengan lem tembak
9.      Semprot kerajinan tangan dengan clear secara merata agar hasilnya lebih mengkilat.
10.  Biarkan sampai clear kering.
11.  Bungkus kerajinan tangan dan siap dijual.


Selamat mencoba!

Rabu, 11 Juli 2012

Hubungan ilmu Jiwa dengan Pendidikan

Hubungan ilmu Jiwa dengan ilmu Pendidikan :
Ilmu pendidikan sebagai dijumpai dalam berbagai literatur banyak berbicara mengenai berbagai aspek yang ada hubungannya dengan tercapainya tujuan pendidikan. Dalam ilmu ini antara lain dibahas tentang rumusan tujuan pendidikan, materi pelajaran (kurikulum), guru, metode, sarana dan prasarana, lingkungan, bimbingan, proses belajar-mengajar, dan lain sebagainya.
Semua aspek pendidikan ditujukan pada tercapainya tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini dalam pandangan Islam banyak berhubungan dengan kualitas mansuia yang berakhlak. Ahmad D. Marimba misalnya mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah identik dengan tujuan hidup seorang muslim, yaitu menjadi hamba Allah yang mengandung implikasi kepercayaan dan penyerahan diri kepada-Nya. Sementara itu Mohd. Athiyah al-Abrasyi, mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti adalah adalah jiwa dari pendidikan islam, dan islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam. Mencapai suatu akhlak yang sempurna adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan. Selanjutnya al-Attas mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah manusia yang baik. Kemudian Abdul fatah jalal mengatakan bahwa tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah.
Jika rumusan dari keempat tujuan pendidikan Islam itu dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Maka dapat diketahui bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya seorang hamba Allah yang patut dan tunduk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya serta memiliki sifat-sifat dan akhlak yang mulia. Rumusan ini menggambarkan bahwa antara Pendidikan Islam dan Ilmu Akhlak ternyata sangat berkaitan erat. Pendidikan Islam merupakan sarana yang mengantarkan anak didik agar menjadi orang yang berakhlak. jangan lupa baca juga : Hubungan ilmu Akhlak dengan ilmu Jiwa
sumber : Berry